Khasiat Al-fatihah baca sehabis shalat lima waktu | INFO UHUY

Khasiat Surat Al-fatihah baca sehabis shalat lima waktu

Al-Fatihah merupakan satu-satunya surah yang dipandang penting dalam salat. Salat dianggap tidak sah apabila pembacanya tidak membaca surah ini.[4] Dalam hadits dinyatakan bahwa salat yang tidak disertai al-Fatihah adalah salat yang "buntung" dan "tidak sempurna".[5] Walau begitu, hal tersebut tidak berlaku bagi orang yang tidak hafal Al-Fatihah. Dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang tidak hafal Al-Fatihah diperintahkan membaca:

    "Maha Suci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah."[6]

Dalam pelaksanaan salat, Al-Fatihah dibaca setelah pembacaan Doa Iftitah dan dilanjutkan dengan "Amin" dan kemudian membaca ayat atau surah al-Qur'an (pada rakaa'at tertentu). Al-Fatihah yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua dalam salat, harus diiringi dengan ayat atau surah lain al-Qur'an. Sedangkan pada rakaat ketiga hingga keempat, hanya Al-Fatihah saja yang dibaca.[7]

Disebutkan bahwa pembacaan Al-Fatihah seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad adalah dengan memberi jeda pada setiap ayat hingga selesai membacanya[8], misal:

    Bismillāhir rahmānir rahīm (jeda) Alhamdu lillāhi rabbil ʿālamīn (jeda) Arrahmānir rahīm (jeda) Māliki yaumiddīn (jeda) dan seterusnya.

Selain itu, kadang bacaan Nabi Muhammad pada ayat Maliki yaumiddīn dengan ma pendek dibaca Māliki yaumiddīn dengan ma panjang.[9]

Dalam salat, Al-Fatihah biasanya diakhiri dengan kata "Amin". "Amin" dalam salat Jahr biasanya didahului oleh imam dan kemudian diikuti oleh makmum. Pembacaan "Amin" diharuskan dengan suara keras dan panjang.[10] Dalam hadits disebutkan bahwa makmum harus mengucapkan "amin" karena malaikat juga mengucapkannya, sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa "amin" diucapkan apabila imam mengucapkannya.[11]

Pembacaan Al-Fatihah dan surah-surah lain dalam salat ada yang membacanya keras dan ada yang lirih. Hal itu tergantung dai salat yang sedang dijalankan dan urutan rakaat dalam salat. Salat yang melirihkan seluruh bacaannya (termasuk Al-Fatihah dan surah-surah lain) dari awal hingga akhir salat, disebut Salat Sir (membaca tanpa suara). Salat Sir contohnya adalah Salat Zuhur dan Salat Ashar dimana seluruh bacaan salat dalam salat itu dilirihkan. Selain salat Sir, terdapat pula salat Jahr, yaitu salat yang membaca dengan suara keras. Salat Jahr contohnya adalah salat Subuh, salat Maghrib, dan salat Isya'. Dalam salat Jahr yang berjamaah, Al-Fatihah dan surah-surah lain dibaca dengan keras oleh imam salat. Sedangkan pada saat itu, makmum tidak diperbolehkan mengikuti bacaan Imam karena dapat mengganggu bacaan Imam dan hanya untuk mendengarkan. Makmum diperbolehkan membaca (dengan lirih) apabila imam tidak mengeraskan suaranya.[11] Sementara dalam Salat Lail, bacaan Al-Fatihah diperbolehkan membaca keras dan diperbolehkan lirih, hal ini seperti yang tertera dalam hadits:

    "Rasulullah bersabda, "Wahai Abu Bakar, saya telah lewat di depan rumahmu ketika engkau salat Lail dengan bacaan lirih." Abu Bakar menjawab, "Wahai Rasulullah, Dzat yang aku bisiki sudah mendengar." Beliau bersabda kepada Umar, "Aku telah lewat di depan rumahmu ketika kamu salat Lail dengan bacaan yang keras." Jawabnya, "Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang terlelap dan mengusir setan." Nabi SAW. bersabda, "Wahai Abu Bakar, keraskan sedikit suaramu." Kepada Umar beliau bersabda, "Lirihkan sedikit suaramu."[12]
http://infouhuy.blogspot.com/

Cara-caranya:
  • Shubuh Al-fatihah 30x.
  • Dhuhur Al-fatihah 25x.
  • Ashar Al-fatihah 20x.
  • Maghrib Al-fatihah 15x.
  • Isya' Al-fatihah 10x.

Khasiatnya: 
  • Terang hatinya,
  • Lapang rejekinya,
  • Di berikan kemudahan masalahnya,
  • Hilang susahnya,
  • Tercapai cita-citanya,
  • Mulya dan berwibawa,
  • Tinggi derajatnya,
  • Di berikan keberkahan,
  • Dapat pertolongan,
  • Di kasihi,
  • Di jaga diri dan hartanya,
  • Baik anak istrinya,
  • Hidup tentram dan bisa melihat alam ghaib.

Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Manfaat Membaca AL-QURAN dan Kesehatan, Semoga Bermanfaat ..

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 13:01

Hukum dalam Agama Islam | INFO UHUY

Hukum dalam Agama Islam 

Assalamualaikum wr.wb

Hukum Islam Terbagi menjadi Tiga bagian :

HUKUM SYARA

1. Hukum Syara’ yaitu (Khithobulloh) artinya: perintah Hukum dari Allah SWT.

Khithob terbagi dua :

a. Khithob Taklip artinya perintah dari Allah bagi orang yang mukallap yaitu orang yang sudah baligh dan berakal.

b. Khithob Wad’i yaitu suatu Hukum yang ada di dalam Khithob Taklip sehingga tidak berpisah antara Khithob Taklip dan Khithob Wad’i, istilah ini semua disebut Hukum Syara’.

PEMBAGIAN HUKUM SYARA‘ (KHITHOBTAKLIP)

Hukum Syara’ terbagi menjadi lima :

Wajib menurut Syara’.

Artinya : Suatu perkara yang mendapat pahala bila dikerjakan dan berdosa bila ditinggalkan. Seperti meninggalkan sholat, zakat bagi orang yang wajib zakat dan segala sesuatunya yang wajib.

Haram menurut Syara’.

Artinya : Perkara yang mendapat dosa bila dikerjakan, dan mendapat pahala bila tinggalkan. Seperti mengambil barang orang lain, memperlihatkan aurat wanita dihadapan laki-laki lain dan segala apa yang diharamkan.

Sunat menurut Syara’.

Artinya : Perkara yang diberi pahala bila dikerjakan, dan tidak berdosa bila ditinggalkan, seperti : Shalat Sunat, Puasa Sunat, dan apa yang disunatkan.

Makruh menurut Syara’.

Artinya : Perkara yang mendapat pahala bila ditinggalkan, dan tidak jadi dosa bila dikerjakan. Seperti makan bau-bauan, dan sebagainya.

Makruh suatu anjuran yang sebaiknya ditinggalkan. Adapun makruh terbagi dua :

a. Makruh Tanjih yaitu makruh biasa, berpahala ditinggalnya, tak berdosa dikerjakannya.

b. Makruh Tahrim yaitu suatu pekerjaan yang mendekati Haram.

Mubah menurut Syara’.

Artinya : Suatu pekerjaan yang boleh dipilih. Tidak berpahala bila dikerjakan dan tidak berdosa bila ditinggalkan. Contohnya seperti tidur, makan, minum dsb.

PEMBAGIAN HUKUM SYARA’ (KHITHOB WAD’I)

Khithob Wad’i yaitu hukum Syara’ pula. Khithob Wad’i terbagi menjadi lima bagian :

Sohih artinya Lulus. Yaitu suatu hukum yang sudah lengkap persyaratan dan Rukun, Contoh seperti dalam Sholat sudah kumplit Syarat Rukunnya. Sholat itu disebut Sohih, atau Syarat Rukun Pertikahan sudah ada seperti calon istri dan calon suami, Wali, Saksi, terus dilaksanakan ini disebut Sohih.

Pasid artinya Rusak yaitu, suatu Hukum yang tidak Lulus karena ada yang rusak seperti, tidak sah Shalat, karena tidak sah Wudlunya. Tetapi ada lagi yang disebut BATAL. Contoh seperti kita punya wudlu lalu datang Hadas seperti kentut, maka wudlunya itu batal karena Hadas dsb.

Syarat yaitu, suatu perkara yang ditunggu, sehingga suatu hukum yang tidak bisa dilaksanakan bila tidak ada Syarat. Contoh Sholat tidak sah bila tidak dilaksanakan syarat-syaratnya.

Sebab yaitu, sifat yang menetapkan Hukum. Contoh Arak itu hukumnya haram. Sebab arak itu memabukkan, disini bisa dilihat arak itu haram karena ada sebab yaitu menjadikan mabuk, makanya Ulama-Ulama membuat suatu hukum yang di ambil dari NAS AL-QUR’AN dan HADIST dan sudah menjadi kesimpulan dalam Ilmu Manti/Ilmu Logika yang bunyinya (Kulu musykir Haramun) artinya setiap suatu perkara yang memabukkan maka hukumnya haram.

Maniun artinya ada Halangan atau suatu sifat yang mencabut hukum. Contoh Sholat itu wajib hukumnya, lalu datang Haid/Halangan bulan bagi wanita maka hukumnya wajib sholat itu menjadi tidak wajib karena ada halangan bulan yaitu Haid.

HUKUM ADAT

Adat artinya suatu pekerjaan yang sudah dibiasakan oleh manusia, atas suatu pekerjaan yang sudah berulang kali dikerjakan oleh manusia.

Ukum adat terbagi empat bagian:

1. Mengkaitkan ada pada ada, seperti mengkaitkan adanya kenyang karena adanya makan. Dalam Hukum Adat semuanya bersifat mukmin, karena semuanya ada dalam kodrat irodat Allah SWT. bisa kita buktikan. Setiap buah-buahan itu Bundar tetapi tidak semua Buah-buahan bundar ada juga yang benjol. Contoh anak yang sakit tidak bisa kesekolah, tetapi ada anak-anak yang sakit pergi kesekolah, jadi dalam Hukum adat itu tidak mutlak.

2. Mengkaitkan tidak pada tidak ada. Seperti mengkaitkan tidak adanya kenyang karena tidak adanya makan, dsb.

3. Mengkaitkan ada pada tidak ada. Seperti adnya dingin karena tidak ada selimbut dsb.

4. Meningkatkan tidak ada pada ada. Seperti mengkaitkan, tidak pergi kesekolah karena adanya sakit.

HUKUM AQAL

Hukum aqal ada tiga :

1. Wajib menurut Aqal.

Artinya : Sesuatu perkara yang tidak dimengerti oleh aqal tidak adanya. Seperti sifat wujud bagi Allah dan semua sifat yang 20 bagi Allah, semuanya wajib menurut aqal.

2. Mustahil menurut aqal.

Artinya : Sesuatu perkara yang tidak dimengerti oleh aqal adanya. Seperti lawannya WUJUD-ADAM. Wujud : ada. Adam : tidak ada. Jadi adanya sifat ADAM bagi Allah tidak dimengerti oleh aqal, karena menurut aqal Allah itu tetap ada. Contohnya semua lawannya sifat yang 20 bagi Allah SWT.

3. Wenang menurut aqal.

Artinya : Suatu perkara yang dimengerti adanya dan tidak adanya. Contohnya seperti Allah membuat Alam, atau Mahluk atau seseorang yang punya anak atau tidak mempunya anak, ini wenang menurut aqal, karena Alam dibuat oleh Allah SWT.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Madzhab IMAM MALIK, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 11:13

Madzhab Imam Malik | KISAH SUFI

Madzhab Imam Malik

Assalamualaikum wr.wb

Kali ini saya membuat artikel yang berjudul Madzhabnya Imam Malik. Beliau mulai memberikan fatwa-fatwanya sesudah guru gurunya menyatakan bahwa Malik telah berhak untuk berfatwa. Beliau mengatakan: “Saya tidak duduk untuk berfatwa sehingga tujuh puluh guru dari ahli ilmu telah mengakui bahwa saya telah berhak menempati kedudukan itu”.
http://infouhuy.blogspot.com/
Para ahli ilmu telah sepakat bahwa beliau adalah IMAM dalam Hadist dan terpercaya riwayatnya. “Majlis Malik adalah majlis yang sangat terhormat dan penuh sopan santun. Ia adalah seorang bangsawan yang sangat berwibawa, dalam majlisnya tak ada kegaduhan sedikitpun, suasananya tenang tak ada suara keras. Apabila ada anggota majlis yang mengajukan pertanyaan, maka dijawabnya pertanyaan tadi dengan sangat hormat dan tidak ditanyakan darimana anda berpendapat demikian” Demikian komentar Al Waqidi. Imam Malik mempunyai seorang penulis yang selalu menyalin dan selalu mendiktekan fatwa Imam Malik kepada anggota majlis yang menghadirinya. Di dalam berfatwa beliau secara tertib berpegang/berdalil pada:

a. Alqur’an

Beliau dahilikan nasnya, kemudian dharirnya dan baru mafhumnya.

b. Sesudah itu beralih pada Hadist yang dianggap shahih. Dalam hal ini beliau berpegang pada ahli-ahli Hadist terkemuka dari Madinah/Hijaz. Beliau menaruh perhatian yang sangat besar terhadap sesuatu yang telah berlaku di kalangan ulama Madinah, bahkan mendahulukannnya dari pada Hadist Ahad. Alasannya ialah bahwa mengikuti amal angkatan yang mendahuluinya dimana mereka itu mengikuti amal para sahabat adalah lebih kuat daripada Hadist Ahad. Pendapat ini tidak disetujui oleh banyak ahli ilmu, termasuk Al Laits bin Sa’id, Asy Syafi’i dan Abu Yusuf.

c. Ijma’.

d. Qiyas.

Beliau menggunakan qiyas apabila tidak ada Alqur’an, Hadist dan Ijma’. Dalam hal ini, kalau Imam Abu Hanifah terkenal istihsannya, maka Imam Malik terkenal dengan maslahatul mursalahnya atau yang sering disebut dengan istishlah. Menetapkan hukum berdasar mursalah adalah penetapan hukum yang berpedoman pada kaidah-kaidah umum untuk memperoleh manfaat yang dikehendaki/dituju oleh syara’. Maslahatul mursalah ini baru dapat diterapkan oleh Imam Malik apabila memenuhi syarat sbb:

1. Tidak bertentangan dengan nash atau dalil yang lain.

2. Dapat menarik manfaat dan menolak madlarat.

3. Tidak dalam soal ibadah.

Wassalamualaikum wr.wb

Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Kisah IMAM MALIK sebagai penyusun pertama Kitab Hadist al Muawaththa, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 11:09

Kisah IMAM MALIK sebagai penyusun pertama Kitab Hadist al Muawaththa | KISAH SUFI

Kisah IMAM MALIK sebagai penyusun pertama Kitab Hadist al Muawaththa

Assalamualaikum wr.wb

Imam Malik dikenal karena dua hal. Pertama, sebagai pemuka madzhab dan kedua, sebagai penyusun pertama kitab Hadist, ya’ni al Muawaththa’. Beliau sangat menghargai dan menjunjung tinggi sunnah Rasul, sampai sampai beliau tidak mau mengendarai/menaiki unta ketika berada dalam kota Madinah karena dikota itulah Rosulullah dimakamkan. Berikut ini dikemukakan riwayat hidupnya secara ringkas.

Nama dan Tempat Lahir

Malik bin Anas bin Malik bin Abu’amir bin’ Amer bin Al Harits bin Ghiman. Beliau lahir dikota Madinah pada tahun 93 H. atau 712 M. Demikian menurut keterangan yang termasyhur. Nenek moyangnya berasal dari Yaman. Kakeknya yang bernama Malik bin Abi Amir adalah seorang tabi’in yang banyak meriwayatkan Hadist, bahkan menurut satu riwayat beliau adalah salah seorang penulis al Qur’an pada masa Khalifah Usman.
http://infouhuy.blogspot.com/
Pendidikan

A. Imam Malik telah belajar AL Qur’an sejak kecil dan telah hafal alQur’an sebelum mencapai usia dewasa. Selain itu beliau juga mempelajari Hadist dan Fiqh.

Tidak sebagaimana ulama lain, Imam Malik tidak melakukan perjalanan jauh dalam menuntut ilmu, tetapi mencukupkan belajar di kota Madinah. Setiap Hari beliau wara wiri dari rumah kemajlis tempat beliau belajar. Dalam belajar beliau tidak pernah meninggalkan gurunya untuk pindah kepada guru lain sebelum pelajaran dari guru yang bersangkutan selesai. Dalam menuntut ilmu beliau memilih guru yang berakhlaq mulia, tekun beribadah serta dapat dijadikan contoh tauladan dalam kehidupannya. Sikap beliau ini terlebih lebih dalam mempelajari Hadist, beliau sangat hati hati dan cermat dalam memilih gurunya. Beliau hanya mau menerima suatu Hadist apabila Hadist tersebut datang/diriwayatkan oleh orang yang terpercaya.

B. Beliau belajar pada ulama-ulama terkemuka, baik dibidang Hadist maupun fiqh. Beliau termasuk salah seorang murid yang terkemuka dari tokoh Hadist Ibnu Syihab Az Zuhry, malahan dalam hal periwayatan Hadist beliau banyak meriwayatkannya dari Nafi’maulana Ibnu Umar dari Abdullah Ibnu Umar. Ya’ni salah satu periwayatan Hadist yang dikenal dengan nama silsilatudz-dzahab. Suatu periwayatan yang paling tinggi derajatnya. Dalam bidang ilmu Fiqh beliau belajar pada Rabi’ah bin Abdurrahman yang terkenal dengan nama Rabi’ah ar Ra-yu.

berkat kecerdasan yang luar biasa ditambah dengan ketekunan dan kesungguhan dalam belajar, akhirnya beliau dikenal sebagai orang yang sangat alim, seorang mujtahid yang cemerlang dan sekaligus sebagai pemuka yang sangat khusyu’ dan tawadlu’. Ketaqwaannya kepada Allah membuat beliau tidak pernah meninggalkan tahajjud diwaktu malam tak pernah kering bibirnya dari dzikir ayat-ayat al Quran.

C. Sebagai seorang yang sangat alim dan shalih, Imam Malik mempunyai banyak sahabat dan murid. Dari murid murid inilah nanti pendapat pendapatnya berkembang dan disebar luaskan. Diantara murid murid beliau ialah Asyhab bin Abdul Aziz, Asbagh ibnul Faraj, Ibnul Mawaz dll.

Wassalamualaikum wr.wb

Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Dengan Bersedekah Hidup Kita akan menjadi Berkah, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 11:06

Apakah dengan Bersedekah Hidup kita Akan menjadi Berkah ?

Apakah dengan Bersedekah Hidup kita Akan menjadi Berkah ?

Assalamualaikum wr.wb

Sedekah adalah amalan istimewa berdimensi ganda, akhirat sekaligus dunia. Ia tidak saja menunjukan kecerdasan intelektual dan spritual, tetapi juga sosial. Ia menyimpan energi “misterius” dalam menggerakkan orang meraih sukses, hidup bahagia, rezeki lapang, juga menangkal kesulitan dan bencana.

Namun kenyataannya banyak orang yang lalai untuk bersyukur, padahal mereka telah mendapatkan banyak anugrah dari Allah. Salah satu cara bersyukur yang tepat dan nyata adalah dengan bersedekah. Bersedekah menyadarkan kita , bahwa harta yang terdapat pada diri kita, sesungguhnya tidak seluruhnya merupakan hak kita, namun hak orang lain. Harta yang menjadi orang lain itu perlu disampaikan kepada yang berhak, dengan cara bersedekah. Sayangnya banyak orang yang malas bersedekah dengan berbagai alasan. “untuk apa saya berikan harta saya kepada orang-orang yang tidak berjasa kepada saya ?”.

Sedekah bukan membuang harta, tenaga dan pikiran, dengan percuma. Ia juga tidak melulu terkait dengan harta-benda atau uang berjuta-juta. Tapi, ia merupakan energi cinta. Begitu banyak orang sukses, bahagia, dengan beribu-ribu jalan sedekah. Sedekah telah mengubah nasib mereka. Sedekah bagi mereka memiliki daya dorong dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Mereka telah membuktikan bahwa bersedekah merupakan salah satu jalan meraih kesuksesan.

“setiap persendian manusia wajib disedekahi, setiap hari yang padanya matahari terbit. Beliau bersabda, “Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, “(Mengucapkan) kalimat yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang dia berjalan menuju masjid untuk shalat adalah sedekah” (HR. Al-abaukhari dan Muslim)

Hadist di atas menyerukan perlunya bersedekah dengan berbagai cara, karena sesunggunya perbuatan yang baik dianggap sedekah. Setiap sendi yang terdiri dari tulang dan persendan pada manusia tersusun secara indah dan merupakah anugrah paling besar dari Allah swt. kebesaran dan keagungan Allah dalam menciptakan makhluk itu terbaik itu tidak akan disadari, kacuali seseorang telah kehilangan nikmat. Untuk itu, bersyukur adalah satu-satunya jalan agar Allah tetap berkenan dengan anugrah tersebut.

Inilah pesan penting yang hendaknya tidak dilupakan oleh umat Islam. Namun seharusnya, kita bersedekah karena tulus dan ikhlas, dengan niat ibadah dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan, bukan karena status sosial, popularitas, bagian gaya hidup hura-hura, dan seterusnya. Justru, dengan sedekah itu kitasedang membersihkan harta kita dari hak-hak orang lain yang “nyangkut” dalam harta kita dan mengembalikannya kepada mereka. Lebih penting lagi, sesungguhnya tanpa dasar harta yang kita sedekahkan itu tidak hilang, tetapi menjadi pinjaman bagi Allah dan akan diganti-Nya dengan lipatganda.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Membudayakan Silaturahmi, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:42

Membudayakan Silaturahmi | INFO UHUY

Membudayakan Silaturahmi

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah artikel lanjutan kemarin yaitu Keutamaan Silaturahmi sudah selesai. Nah, kali ini saya membuat arikel tentang Membudidayakan Silaturahmi. Langsungsaja kita simak isi artikel ini. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.. Cara berziarah atau bersilaturahmi menurut sunnah Nabi ialah, setelah pulang dari sholat Ied, kita mendahulukan berziarah kepada orang tua, lalu kepada anak famili kemudian kepada para guru kita. Bila orang tua berjasa kepada kita dengan melahirkan serta memelihara kita selama dalam pertumbuhan, dan para sanak famili ikut serta membantu dalam hal tersebut, maka para gurupun tidak kurang jasanya kepada kita karena merekalah yang memberikan pendidikan ruhaniah kita. Setelah kita bersilaturahmi kepada mereka, lalu kita pun hendaknya juga bersilaturahmi kepada para pinisepuh serta handai taulan pada umumnya.

Terlepas dari masalah kaya atau miskin, pandai atau setengah pandai, tinggi atau rendah jabatan, kita harus memperhatikan masalah ziarah atau silaturahmi tersebut. Meskipun perjalanan yang harus ditempuh untuk bersilaturahmi jauh dan sulit tapi kita juga hendaknya tetap berusaha, apalagi kalau jaraknya hanya dekat dan mudah dijangkau untuk bersilaturahmi.

Silaturahmi “yang baik” sebenarnya ialah dengan datang sendiri dan tidak dengan perantaraan kartu yang bertuliskan beberapa kalimat atau gambar-gambar, apalagi kalau gambarnya kurang sesuai dengan norma. Dengan mengirim kartu seperti itu terkadang pengirim merasa lebih baik dan lebih praktis sehingga merasa tidak perlu lagi untuk bersilaturahmi kepada orang yang telah dikirim kartu tersebut.

Iedul Fitri sebagaimana diterangkan di atas, apakah do’a atau taubat seseorang itu akan diterima hanya cukup dengan mengucapkan kalimah istighfar saja ? Jika terhadap huququllah atau hak-hak Allah , insya Allah telah cukup dengan seperti itu, asal saja disertai dengan penyesalan atas dosa yang telah dilakukan dan dibarengi dengan niat tidak mengulang perbuatan tersebut. Akan tetapi terhadap huququl abdi, tidak cukup hanya seperti itu, tetapi harus disertai keridhaan yang bersangkutan.

Dalam hubungannya dengan ini, maka pada waktu kita melakukan silaturahmi apalagi dalam suasana Iedul Fitri, disamping saling memaafkan hendaknya juga meminta dihalalkan atau direlakan atau halal bi halal, terhadap hal-hal yang berkaitan dengan huququl abdi atau hak adami. Sebab bahagianya seseorang itu, ditentukan pula oleh beres atau tidaknya dalam memenuhi hak-hak adami.

Pelanggaran terhadap hak-hak adami dapat menghalangi untuk bisa diterima taubat dan dikabulkan do,a seseorang. Abu Hurairah pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah pada suatu ketika setelah membacakan beberapa ayat lalu berkenan menceritakan kisah seseorang dalam keadaan serba seperti wali yang ahli siasah, merantau dan seorang Ibu berdo’a : “Ya, Rabbi, Ya Rabbi, tetapi makanan dan minuman serta pakaian adalah dihasilkan dari barang haram. Terhadap orang seperti ini Nabi berkomentar: Bagaimana mungkin do’a nya dikabulkan”

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Keutamaan Bersilaturahmi, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:41

Keutamaan Bersilaturahmi | INFO UHUY

Keutamaan Bersilaturahmi

Assalamualaikum wr.wb

Selama sebulan kita berpuasa Ramadhan dan diakhiri Idul Fitri; kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, apakah puasa kita benar-benar berpengaruh pada keadaan dan jiwa kita sebagai perisai atau tameng terhadap nafsu yang sering menyesatkan kehidupan kita ? sesudah kamu diwajibkan berpuasa agar bertaqwa. Benarkah kita sudah menjadi orang yang bertaqwa ?

Tazaawur atau saling berziarah merupakan cara yang aling praktis untuk bersilaturahmi, dan sesuai dengan adab Islam, sebab dengan tazaawur tersebut akan kita dapatkan beberapa keutamaan disamping juga mempererat hubungan dan ukhuwah dengan mereka yang kita ziarahi atau kita kunjungi itu. Rasulullah s.a.w. bersabda :

(Bukankah sebaiknya kalian saya tunjukan suatu pekerjaan yang bila kalian kerjakan maka menjadi saling berkasihan, yakni, ratakanlah hormat dan salam antara sesama kalian). Salah satu ciri dari seorang Muslim, bila mereka saling bertemu dengan sesamanya akan mengucap kalimat salam. Namun, mengapa tata adab Islam ini nampak banyak dilupakan oleh sebagian kaum Muslimin sendiri, bahkan ada yang berusaha mengganti kalimat salam dengan kalimat-kalimat lain diluar tuntunan Islam, sehingga arti salam itu hilang.

Atau keutamaan berjabat tangan, seperti tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Barra’ bahwa Rasulullah bersabda :

(kedua muslim bertemu dan berjabat tangan , pasti dosa mereka diampuni sebelum keduanya berpisah). Berjabatan tangan yang dimaksud adalah berjabatan tangan secara Islam, sebagaiman yang diajarkan Rasulullah s.a.w.

Sesungguhnya masih banyak fadhilah-fadhilah silaturahmi, sedang apa yang sempat dikemukakan di atas hanyalah sebagai gambaran saja. Dengan demikian jelaslah, bahwa bersilaturahmi dan saling kunjung-mengunjungi sangat bermanfaat dan penting sekali. Namun demikian kita masih sering melihat sebagian dari kita yang merasa enggan bahkan tidak mau berziarah, bersilaturahmi atau saling kunjung-mengunjungi, melainkan lebih senang tetap tinggal di rumah , bagaikan ka’bah yang selalu di kunjungi banyak orang, tapi tidak perbah berkunjung. Lebih dari itu, bahkan ada yang merasa akan jatuh dengsi jika sampai berkunjung ketempat tentangga , kerumah sanak family atau ke rumah yang pernah menjadi gurunya. Sikap seperti ini patut disayangkan, apalagi kalau sampai dimiliki oleh seorang pemimpin yang menjadi tauladan, stidak-tidaknya bagi yang dipimpin, atau pendidik yang akan ditiru oleh anak didiknya.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Kewajiban Orang Tua dalam Keluarga yang Islami, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:36

Kewajiban Orang Tua dalam Keluarga yang Islami | INFO UHUY


Assalamualaikum wr.wb
Kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya, dengan harapan usaha identifikasi pendidikan dalam keluarga yang Islami, yang dilaksanakan dalam serba keterbatasan waktu , dapat lebih disempurnakan dengan semaksimal mungkin dan mudah-mudahan artikel kali ini bisa menjadi referensi buat pembaca setia batararayamedia.com. selamat membaca. Semoga bermanfaat..

Kewajiban dan tanggung jawab orang-tua itu antara lain sebagai berikut :

  • Memenuhi kebutuhan primer: pangan, sandang dan papan.
  • Menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah s.w.t.
  • Menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang positif.
  • Menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad s.a.w., cinta kepada keluarga dan senang membaca Al Qur’an.
  • Melatih pelaksanaan rukun islam.
  • Melatih pelaksanaan perilaku beribadah lainnya.
  • Membina akhlak yang mulia.
  • Melatih adab sopan-santun yang Islami.
  • Mengajar dan melatih berdo’a serta usaha selalu mendekatkan diri kepada Allah Maha Pencipta.
  • Memperkembangkan potensi yang terdapat dalam diri anak, seperti kecerdasan, bakat dan minatnya.
  • Melatih bekerja dan mencintai kerja serta pemilihan watak yang mandiri.
  • Mempersiapkan masa depan anak sesuai dengan phase perkembangan dan sifat kediriannya.
  • Melatih hidup bermasyarakat dalam proses sosialisasi.
  • Membina kesehatan mental seluruh anggota keluarga.
  • Memelihara kesehatan jasmani.
  • Melatih kecakapan berenang dan kemampuan membela diri.
  • Merangsang anak untuk berbuat kreatif, positif dan konstruktif.
  • Membina hubungan yang harmonis antara anggota keluarga.
  • Memberikan kasih sayang, teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, dan bersikap adil kepada anak-anaknya.
  • Last but not least menanamkan rasa cinta bangsa dan tanah air menjadikannya warga negara yang baik, serta menghayati dan mengamalkan pancasila.
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Fakta Perubahan Istilah Keluarga dari Timur ke Barat, Semoga Bermanfaat ... 
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:33

Fakta Perubahan Istilah Keluarga dari Timur ke Barat | INFO UHUY


Assalamualaikum wr.wb
Apabila disimak dengan seksama dewasa ini di Indonesia terutama di kota-kota besar, sedang terjadi suatu pergeseran pengertian keluarga yang cukup mendasar. Yang semula pengertian keluarga berdasarkan nasab dan pertalian darah beralih ke bentuk keluarga yang lebih mengutamakan privacy, yang hanya terdiri dari ayah, ibu, anak. Dengan kata lain pengertian “muhrim” dan “dzawil qurba” yang tercantum dalam Al-Qur’an (An Nur: 22; dan sebagainya) yang menjadi dasar kehidupan keluarga yang islami, semakin lama akan semakin kabur. Makna keluarga di gantikan dengan pengertian istilah “family” yang berasal dari barat, yang membatasi diri hanya pada dua generasi yakni orangtua dan anak, paling-paling ditambah dengan hadirnya kakek atau nenek.

Dengan berubahnya struktur atau bangunan dasar keluarga membawa akibat berubah pula bentuk pendidikan dalam keluarga. Apabila dahulu kakek, nenek, paman-bibi menjadi pelaku-pelaku aktif dalam membentuk pribadi seseorang anak dalam keluarga, maka itu nanti mereka itu akan tersingkir ke pinggir, menjadi penonton-penonton dari jauh. Apabila dulu dongeng menjelang dari kakek, nenek, paman-bibi ikut mengukir dan mewarnai watak seorang anak, maka ongeng itu digantikan peranannya oleh siaran TV, video kaset, dan sebagainya.
Dengan lajunya teknologi baru yang demikian pesat dan eratnya komunikasi antar bangsa dewasa ini maka perbaruan kebudayaan tidak mungkin terelakkan lagi. Dampaknya dapat diramalkan, kebudayaan yang lemah yakni negara-negara berkembang dimana kaum muslimin berada, banyak kemungkinan akan terdesak atau terserap oleh kebudayaan fihak negara-negara yang maju. Rasulullah saw sendiri telah meramalkan bahwa pada suatu ketika, apabila tidak waspada umat Islam akan banyak mencontoh cara hidup kaum Yahudi dan Nasrani. Hal ini merupakan suatu peringatan agar umat Islam selalu waspada dalam menjaga keimanan dan kehidupan beragama.

Kemajuan teknologi dan pergaulan modern dapat menimbulkan dampak beraneka ragam. Harian ‘Kedaulatan Rakyat’ baru-baru ini memberitakan terjadi perkawinan di Jepang yang dinikahkan oleh robot, dan di prancis wanita lebih senang ganti-ganti suami tanpa nikah dibandingkan dengan membina rumah tangga yang sah menurut Agama. Apakah hal-hal semacam itu kelak menjalar ke Indonesia ?
Memang kemajuan teknologi tak mungkin dan tidak perlu dibendung. Namun masalahnya, dapatkah pendidikan dalam keluarga yang Islami kita tegakkan ditengah-tengah derasnya arus modernisasi dan gemuruh sekularisasi ? Jawabnya: tergantung ! Apabila kita dapat mengambil segi positif dari kemajuan teknologi serta dapat menegakkan makna keluarga sesuai denga ajaran Islam, maka jawabnya: dapat ! Tetapi apabila kita terhanyut oleh kebudayaan barat sehingga makna keluarga tidak sesuai lagi dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadist, istilah muhrim dan dzawil qurba hilang maknanya serta pembagian waris kaum muslimin tidak berdasarkan faraidh melainkan berdasarkan hukum sipil, dan sebagainya, maka jawabnya jelas: kita menjadi muslim nama, tetapi jiwanya Barat.
Wassalamualaikum wr.wb
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Cara Menumbuhkan Rasa Khusyu Dalam Shalat, Semoga Bermanfaat ... 
Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:32

Cara Menumbuhkan Rasa Khusyu Dalam Shalat | INFO UHUY

Cara Menumbuhkan Rasa Khusyu Dalam Shalat

Assalamualaikum wr.wb

Sebagai mukmin tentu ingin mengerjakan shalat sesuai yang dikehendaki oleh Allah swt yang memerintahkan shalat wajib lima waktu. Yang hendak dituju oleh orang yang mengerjakan shalat adalah :
  • Tumbuhnya keikhlasan.
  • Bertakwa kepada Allah
  • Mengingat Allah
Tumbuhnya keikhlasan ditandai dengan keikhlasan beribadah kepada Allah, untuk memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya, dan mengerjakan segala sesuatu yang diridhainya. Ketaatan kepada Allah berarti tumbuhnya keinginan bagi orang yang mendirikan shalat untuk melaksanakan perintah Allah dan menghentikan semua larangan-larangan-Nya. Dengan shalat seorang akan selalu mengingat Allah, karena bacaan dari shalat tediri dari tasbih, tahmid, takbir, do’a serta dapat merasakan keagungan dan kebesaran Allah.

Mengerjakan shalat adalah sebagai perwujudan dari keyakinan yang telah tertanam di dalam hati orang yang mengerjakannya, dan menjadi bukti bahwa ia telah merasakan bahwa dirinya sangat tergantung kepada nikmat Allah karena itu berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-laranga-Nya.

Rasa khusyu ini tentunya berpusat di dalam hati sanubari yang termanifasikan dalam gerak anggota badan, pikiran dan perhatian. Rasulullah saw pernah menegur seorang sahabat yang suka mengelus-elus janggutnya sedangkan ia sedang shalat. Rasulullah menjelaskan bahwa rekannya itu tidak khusyu dalam mengerjakan shalat. Selanjutnya Rasulullah saw bersabda bahwa kalau hatinya khusyu maka anggota badannya akan khusyu pula.

Ahmad Ali Ash Shabuni dalam Mukhtashar Tafsir Ibni Katsir menerangkan bahwa sikap khusyu dalam shalat adalah dengan melempar pandangan ke arah tempat sujud dan khusyu akan tercapai dengan mengosongkan hati hanya untuk shalat. Orang yang menjalankan shalat akan memperoleh “ketenangan hati” dan “penyejuk hati”.

Dengan demikian maka shalat itu dikerjakan dengan memahami arti bacaan dalam shalat, selalu ingat kepada Allah dan takut akan ancaman-Nya, memanjatkan do’a hanya kepada Allah dengan sepenuh hati dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan merasakan suatu kenikmatan beribadah.

Wassalamualaikum wr.wb
http://infouhuy.blogspot.com/
Silahkan Kunjungi Artikel Tentang Manifestasi  KHUSYU dalam perilaku sehari-hari, Semoga Bermanfaat ...

Kunjungi terus Website InfoUhuy.blogspot.com - Gudang Informasi Terkini Tentang Religi Islami.
Hamba Allah SWT 14:28